Mustika Pengasihan Meredakan Konflik Antara Ibu Dan Menantu

Testimoni » Mustika Pengasihan Meredakan Konflik Antara Ibu Dan Menantu

 

Seolah mengalahkan pekerjaan, konflik istri dengan ibu sayalah yang menduduki peringkat nomor satu dalam draft yang harus saya selesaikan. Sejak menikah dengan istri saya dua tahun lalu, konflik antara istri dengan ibu saya berlangsung terus-menerus seolah tanpa ujung. Konflik tersebut bahkan masih berlangsung meskipun kami sudah memisah dari orangtua dengan membangun sebuah rumah sendiri.

 

Menurut ‘orang tua’ hal ini wajar terjadi karena hitungan weton antara istri dan ibu saya tidak cocok. Kalau menurut saya sih hal ini terjadi semata-mata karena mereka sama-sama memerlukan kasih sayang atau perhatian dari saya. Sebagai seorang suami wajar jika istri saya menuntut kasih sayang dari saya. Dan sebagai anak satu-satunya wajar juga jika ibu saya menginginkan perhatian dari saya.

 

Solusinya, ya Mustika Pengasihan ini. Istri saya mengerti saat saya pulang terlambat karena harus mengantar ibu ke pengajian atau sekedar mendengar keluh kesah seorang ibu. Ibu juga tidak uring-uringan saat saya tidak bisa menemani beliau belanja karena harus menemani istri pergi ke suatu acara tertentu. Saat saya tidak bisa menemani ibu karena masih ada pekerjaan, kadang istri saya yang menggantikan saya.

 

Istri juga sering datang ke rumah ibu saya untuk membantu memasak atau hanya sekedar cerita kesana-kemari ala perempuan. Atau gantian ibu saya yang datang ke rumah membawa makanan atau sekedar mengajari istri saya merajut. Lega sekali melihat kedua wanita yang saya sayang menjadi seakur ini.

 

 

Dika, Pekalongan Jawa Tengah

 

 

 

Jeng Riska

 

Alamat Kantor

Jl. Karang Manggis II No.99

Getas Pejaten RT 1 RW 3

Jati, Kudus

Jawa Tengah, Indonesia - 59343

 

Staf Admin - Mbak Dian

0812 1445 9888 (Telkomsel)

cs.jengriska@gmail.com Yahoo! Messenger

 

JENG RISKA

Konsultan Spiritual dan
Pakar Ilmu Kebatinan

Yahoo! Messenger

 

Jam Kerja

Senin-Sabtu, pukul 08:00-16:00 WIB

Sebelum datang, telepon dulu.