Testimoni

Halaman ini diperuntukkan bagi Anda yang ingin berbagi cerita dan pengalaman manakala Anda menggunakan produk Mustika Pengasihan hasil karya Dewi Asih. Siapa tahu setelah membaca kisah pengalaman Anda akan banyak orang nantinya yang akan termotivasi untuk merubah hidupnya ke arah yang lebih baik lagi.

Silakan kirimkan kisah pengalaman Anda ketika menggunakan Mustika Pengasihan hasil karya dewi Asih melalui email ke kontak.dewiasih@gmail.com. Jika Anda merasa keberatan nama dan alamat Anda kami cantumkan dalam situs ini, maka kami akan menyamarkan nama dan alamat Anda.

Catatan : Mohon tidak menyebutkan merk produk lain, jika Anda pernah kecewa / gagal saat menggunakan produk tersebut.

Cowok-Cowok Pada Ngantri
Saat aku curhat sama tanteku tentang kejadian di sekolah, tanteku menyarankanku untuk menggunakan Mustika Pengasihan dari Kudus, manjur katanya. Tak percaya dengan kata tanteku, aku pun menolaknya. Eh tiba-tiba tante menunjukkan cincin yang nongkrong di jari manisnya. Katanya sih, cincin itu yang buat om jadi klepek-klepek sama tante. Wih, patut dicoba nih.

Ditembak Gadis Yang Saya Taksir
Seminggu – dua minggu berlalu namun saya masih belum berani menyatakan cinta saya, eh malah dia yang menyatakan duluan. Haduh, telat tapi seneng. Terkejut juga sih bagaimana bisa gadis yang memiliki trauma masa lalu bisa mengutarakan cintanya pada saya. Saat saya tanya mengenai kesungguhannya dia hanya tersenyum dan menjawab ‘aku percaya sama kamu’. Singkat, padat, tapi mak nyeesss banget rasanya.

GoodBye PlayGirl
Beruntung sekali saya bertemu dengan situs ini karena dua minggu semenjak saya mengenakan Mustika Pengasihan ada pengakuan mengejutkan dari dia. Cukup aneh sih ketika dia bilang mau pacaran dengan saya dan tidak mau jalan lagi dengan banyak cowok. Namun saya melihat dengan jelas adanya niat kesungguhannya untuk menjalin hubungan serius dengan saya.

Ini Dia Rahasia Punya Istri Dua
Akhirnya, jadilah saya menikahi janda tadi. Saya sendiri hampir tak percaya melihat hidup mereka (istri-istri saya) yang akur-akur saja. Tak pernah sekalipun saya dengar mereka bertengkar meskipun kami semua tinggal satu atap.

Jadi Perawan Lagi Katanya
Batu Mustika Pengasihan yang saya dapat dari situs tersebut saya gunakan sebagai liontin. Selain suami saya menyukai liontinnya (karena bentuknya yang bagus) dia juga semakin lengket dengan saya. Saya jadi kembali perawan katanya. Ah, saya jadi malu.

Meluluhkan Sifat Possesif Sang Pacar
Lisa yang tinggal di Semarang tidak lagi bawel tentang pekerjaan saya. Dia juga tidak pernah lagi melakukan inspeksi mendadak mengecek apa yang saya lakukan. Bersyukur sekali saya dipertemukan dengan jeng Riska. Karena jasa beliau lah saya bisa meluluhkan sifat possesif Lisa yang kebangetan itu.

Metamorfosa Si Kecil
Baru dua minggu lalu pesanan saya dari situs www.mustikapengasihan.com sampai ke tangan saya. Ajaib, benar-benar ajaib, dalam hitungan hari saja satu per satu nasihat saya mulai didengar. Kini saya tidak malu lagi jika mertua atau temen-temen arisan datang ke rumah karena seluruh sudut rumah saya tampak bersih dan rapi. Sebagai anak cowok, dia juga tidak enggan membantu saya membersihkan halaman.

Mustika Pengasihan Meredakan Konflik Antara Ibu Dan Menantu
Seolah mengalahkan pekerjaan, konflik istri dengan ibu sayalah yang menduduki peringkat nomor satu dalam draft yang harus saya selesaikan. Sejak menikah dengan istri saya dua tahun lalu, konflik antara istri dengan ibu saya berlangsung terus-menerus seolah tanpa ujung.

Pintu Jodoh Terbuka, Sayapun Bisa Menikah
Sejak dua tahun lalu saya lalu lalang ke berbagai paranormal untuk melancarkan jalur jodoh saya. Sayangnya tidak ada satupun dari metode mereka yang cocok dengan saya. Padahal saya sudah melakukan ritual sebagaimana yang disuruh. Mandi kembang tujuh rupa, terjaga di tengah-tengah kuburan cina saat malam purnama, pokoknya aneh-aneh deh. Tidak ada yang berhasil pula.

Trauma Hilang, Gadis Impian Datang
Tak perlu nunggu lama-lama, tiga hari kemudian ada seorang gadis yang datang ke kantor untuk mengajukan komplain masalah layanan perusahaan kami. Berawal dari komplain itulah kami mulai menjalin komunikasi intens yang akhirnya membuat saya berani melamarnya tanpa dihantui rasa trauma masa lalu saya.